Asal-usul nama Tideng Pale (Ibukota Kabupaten Tana Tidung)
Nama Ibukota Kabupaten ini memang unik dengan ejaannya yang khas Tideng Pale (baca: Tidung Pala), Nama Tideng Pale berasal dari dua kosa kata yakni "Tideng" dan "Pale". Dalam Bahasa Tidung "Tideng" artinya Gunung sementara "Pale" berarti "Tawar/Hambar", jika disatukan maka bermakna "Gunung Hambar". Gunung Hambar bermaksud kepada gunung yang dibawah kaki gunung tersebut mengalir Sungai Sesayap. Air Sungai Sesayap ini jika terjadi musim kemarau maka daerah tersebut adalah perbatasan antara air sungai yang berasa tawar dan air sungai yang berasa asin, maka disebutlah Tideng Pale atau gunung pembatas antara air tawar dan air asin. Nama Tanah Tidung berasal dari Afdeeling Tidoengschelanden (artinya Afdeling Tanah Tidung).
Kota Tarakan merupakan kota terbesar ketiga di provinsiKalimantan Timur, Indonesia dan juga merupakan kota terkaya ke-17 di Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 250,80 km² dan sesuai dengan data Badan Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kota Tarakan pada Agustus2011 berpenduduk sebanyak 239.787 jiwa. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil yang terletak di utara Kalimantan Timur.
Semboyan dari kota Tarakan adalah Tarakan Kota "BAIS" (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera).
Saat ini keempat wilayah otonom tersebut sedang berjuang untuk mendirikan provinsi tersendiri terpisah dari Kalimantan Timur. Nama provinsi baru tersebut yang disiapkan adalah Kalimantan Utara (Kaltara) dan nantinya berpusat di salah satu kota kecamatan di Kabupaten Bulungan. Kemungkinan nantinya terletak di Tanah Kuning.
Pada tahun 2003 terjadi tragedi kemanusiaan besar-besaran di Nunukan ketika para pekerja gelap asal Indonesia yang bekerja di Malaysiadideportasi kembali ke Indonesia lewat Nunukan.
Kesultanan Bulungan atau Bulongan adalah kesultanan yang pernah menguasai wilayah pesisir Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan sekarang. Kesultanan ini berdiri pada tahun 1731, dengan raja pertama bernama Wira Amir gelar Amiril Mukminin (17311777), dan Raja Kesultanan Bulungan yang terakhir atau ke-13 adalah Datuk Tiras gelar Sultan Maulana Muhammad Djalalluddin (1931-1958).
Berdirinya Kerajaan Bulungan tidak dapat dipisahkan dengan mitos ataupun legenda yang hidup secara turun-temurun dalam masyarakat. Legenda bersifat lisan dan merupakan cerita rakyat yang dianggap oleh yang empunya cerita sebagai suatu kejadian yang benar-benar terjadi. Karena sifatnya yang tidak tertulis dan sering kali mengalami distorsi maka sering kali pula dapat jauh berbeda dengan kisah aslinya. Yang demkian itulah disebut dengan folk history (sejarah kolektif). Kuwanyi, adalah nama seorang pemimpin suku bangsa Dayak Hupan (Dayak Kayan) karena tinggal di hilir Sungai Kayan, mula-mula mendiami sebuah perkampungan kecil yang penghuninya hanya terdiri atas kurang lebih 80 jiwa di tepi Sungai Payang, cabang Sungai Pujungan. Karena kehidupan penduduk sehari-hari kurang baik, maka mereka pindah ke hilir sebuah sungai besar yang bernama Sungai Kayan.
Kalimantan Utara adalah bagian utara dari pulau Kalimantan (Borneo) yang meliputi Sabah, Sarawak, Brunei dan Kalimantan Timur bagian Utara (= Karasikan). Dalam sejarahnya negeri-negeri di bagian utara pulau Kalimantan ini seperti halnya Kesultanan Sambas (yang menggantikan Kerajaan Sambas) adalah wilayah pengaruh Kesultanan Brunei dan Kesultanan Sulu. Raja pertama dari Kesultanan Bulungan yang berada di Kalimantan Timur bagian utara berasal dari Brunei.
Jakarta (ANTARA News) - Membangun dan memberdayakan kawasan perbatasan adalah suatu keniscayaan apabila Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ingin tetap berdaulat dan eksis di atas kaki sendiri.
Bertumpuk pengalaman membuktikan bahwa abainya bangsa ini terhadap kawasan perbatasan telah berdampak pada raibnya wilayah negara berikut potensi sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Sipadan dan Ligitan yang telah lenyap dari peta NKRI menjadi satu contoh nyata.
Setali tiga uang dengan Sipadan-Ligitan, ternyata masih ada banyak pulau lain di wilayah terluar atau yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga yang terancam hilang dari peta NKRI.
Anda lupa password? />Request a new one Klik di sini.
Angket Anggota
Ibu Kota Propinsi Kaltara sebaiknya ada dimana?
Tanjung Selor
0% [0 Pemilih]
Tarakan
0% [0 Pemilih]
Nunukan
0% [0 Pemilih]
Malinau
0% [0 Pemilih]
Tidung Pale
0% [0 Pemilih]
Tidak Tahu
0% [0 Pemilih]
Pemilih: 0
Anda harus login untuk memilih. Dimulai: 10/01/2012
Shoutbox
Embornunrerm
25 April 2012 21:59
Uninhibited Trial accounts at Elegent Edge. Unconstrained Trial accounts at Elegent Angle. Free Effort accounts at Elegent Edge.
Mande
23 April 2012 14:14
Your post has moved the debate fowrard. Thanks for sharing!
Ramin
23 April 2012 13:23
dimitra 12/02/2009 oso gia tin alisida na eisai tirexos pou pire mono ayti an ithele kai ti papia tha tin eperne ekeini tin wra na eisai sigouros .toulaxiston edw athina den afinoun tetoies
Obada
23 April 2012 13:02
说道:Hello, I believe your ebtsiwe may very well be acquiring browser compatibility troubles. When I seem at your web site in Safari, it seems to be good but when opening in World wide web Explore
Ames
23 April 2012 12:55
说道:An impressive share! I have just dafworred this onto a friend who has been doing a little homework on this. And he in fact bought me breakfast due to the fact that I stumbled upon it for him