Hosting terbaik Indonesia
Hosting Gratis
Navigasi
Pengunjung Online
· Tamu Online: : 2

· Anggota Online: : 0

· Anggota Terdaftar: : 56
· Anggota Terbaru: : kingocial148
Kabupaten Tana Tidung

Lambang Kabupaten Tana Tidung.jpg

Kabupaten Tana Tidung adalah salah satu Kabupaten di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia yang baru disetujui pembentukannya pada Sidang Paripurna DPR RI pada tanggal 17 Juli 2007, dimana disetujui pembentukan kabupaten/kota baru sebanyak 14 di seluruh Indonesia. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari 3 wilayah kecamatan di Kabupaten Bulungan, yakni Kecamatan Sesayap, Sesayap Hilir dan Tanah Lia.

Sejarah

Asal-usul nama Tideng Pale (Ibukota Kabupaten Tana Tidung)

Nama Ibukota Kabupaten ini memang unik dengan ejaannya yang khas Tideng Pale (baca: Tidung Pala), Nama Tideng Pale berasal dari dua kosa kata yakni "Tideng" dan "Pale". Dalam Bahasa Tidung "Tideng" artinya Gunung sementara "Pale" berarti "Tawar/Hambar", jika disatukan maka bermakna "Gunung Hambar". Gunung Hambar bermaksud kepada gunung yang dibawah kaki gunung tersebut mengalir Sungai Sesayap. Air Sungai Sesayap ini jika terjadi musim kemarau maka daerah tersebut adalah perbatasan antara air sungai yang berasa tawar dan air sungai yang berasa asin, maka disebutlah Tideng Pale atau gunung pembatas antara air tawar dan air asin. Nama Tanah Tidung berasal dari Afdeeling Tidoengschelanden (artinya Afdeling Tanah Tidung).

Kabupaten Malinau

Lambang Kabupaten Malinau

Kabupaten Malinau adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Malinau. Kabupaten Malinau juga sering disebut Bumi Intimung. Di kabupaten ini terdapat Taman Nasional Kayan Mentarang dengan luas 1.360.050,00 ha.

Asal-Usul Malinau

Pada awalnya Malinau adalah sebuah kawasan pemukiman yang semula dihuni suku Tidung. Daerah ini selanjutnya menjadi kampung, berubah menjadi kecamatan. Kini Malinau menjadi ibukota kabupaten.

Berdasarkan keterangan tokoh masyarakat suku Tidung, asal mula timbulnya atau disebutnya nama Malinau saat kedatangan orang-orang Belanda ke pemukiman yang dulunya bernama Desa Selamban. Di desa Selamban tinggal penduduk dari kalangan keluarga Suku Tidung. Sedangkan di seberang sungai terdapat desa Pelita Kanaan yang terletak di tepi sungai Kabiran tempat bermukimnya Suku Dayak Abai.

Kota Tarakan

Lambang Kota Tarakan

Kota Tarakan merupakan kota terbesar ketiga di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia dan juga merupakan kota terkaya ke-17 di Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 250,80 km² dan sesuai dengan data Badan Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kota Tarakan pada Agustus 2011 berpenduduk sebanyak 239.787 jiwa. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil yang terletak di utara Kalimantan Timur.

Semboyan dari kota Tarakan adalah Tarakan Kota "BAIS" (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera).

Kabupaten Bulungan

Lambang Kabupaten Bulungan

Kabupaten Bulungan (dahulu bernama Kabupaten Bulongan) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tanjung Selor.

 Sejarah

Nama Bulungan berasal dari sebuah Kesultanan yang pernah ada di daerah tersebut yaitu Kesultanan Bulungan yang berkedudukan di Tanjung Palas.

Sejak tahun 1999, kabupaten ini telah dimekarkan menjadi tiga kabupaten dan satu kota masing-masing Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan.

Saat ini keempat wilayah otonom tersebut sedang berjuang untuk mendirikan provinsi tersendiri terpisah dari Kalimantan Timur. Nama provinsi baru tersebut yang disiapkan adalah Kalimantan Utara (Kaltara) dan nantinya berpusat di salah satu kota kecamatan di Kabupaten Bulungan. Kemungkinan nantinya terletak di Tanah Kuning.


Kabupaten Nunukan

 

Lambang Kabupaten Nunukan

Kabupaten Nunukan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kota Nunukan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 14.493 km² dan berpenduduk sebanyak 140.842 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010). Motto Kabupaten Nunukan adalah "Penekindidebaya" yang artinya "Membangun Daerah" yang berasal dari bahasa Tidung. Nunukan juga adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.

Pada tahun 2003 terjadi tragedi kemanusiaan besar-besaran di Nunukan ketika para pekerja gelap asal Indonesia yang bekerja di Malaysia dideportasi kembali ke Indonesia lewat Nunukan.

Kesultanan Bulungan

Kesultanan Bulungan




Kesultanan Bulungan atau Bulongan adalah kesultanan yang pernah menguasai wilayah pesisir Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan sekarang. Kesultanan ini berdiri pada tahun 1731, dengan raja pertama bernama Wira Amir gelar Amiril Mukminin (17311777), dan Raja Kesultanan Bulungan yang terakhir atau ke-13 adalah Datuk Tiras gelar Sultan Maulana Muhammad Djalalluddin (1931-1958).

Berdirinya Kerajaan Bulungan tidak dapat dipisahkan dengan mitos ataupun legenda yang hidup secara turun-temurun dalam masyarakat. Legenda bersifat lisan dan merupakan cerita rakyat yang dianggap oleh yang empunya cerita sebagai suatu kejadian yang benar-benar terjadi. Karena sifatnya yang tidak tertulis dan sering kali mengalami distorsi maka sering kali pula dapat jauh berbeda dengan kisah aslinya. Yang demkian itulah disebut dengan folk history (sejarah kolektif). Kuwanyi, adalah nama seorang pemimpin suku bangsa Dayak Hupan (Dayak Kayan) karena tinggal di hilir Sungai Kayan, mula-mula mendiami sebuah perkampungan kecil yang penghuninya hanya terdiri atas kurang lebih 80 jiwa di tepi Sungai Payang, cabang Sungai Pujungan. Karena kehidupan penduduk sehari-hari kurang baik, maka mereka pindah ke hilir sebuah sungai besar yang bernama Sungai Kayan.
Sejarah Kaltara

Sejarah Kalimantan Utara



Kalimantan Utara adalah bagian utara dari pulau Kalimantan (Borneo) yang meliputi Sabah, Sarawak, Brunei dan Kalimantan Timur bagian Utara (= Karasikan). Dalam sejarahnya negeri-negeri di bagian utara pulau Kalimantan ini seperti halnya Kesultanan Sambas (yang menggantikan Kerajaan Sambas) adalah wilayah pengaruh Kesultanan Brunei dan Kesultanan Sulu. Raja pertama dari Kesultanan Bulungan yang berada di Kalimantan Timur bagian utara berasal dari Brunei.
Menanti Terwujudnya Provinsi Kaltara

Menanti Terwujudnya Provinsi Kaltara




Jakarta (ANTARA News) - Membangun dan memberdayakan kawasan perbatasan adalah suatu keniscayaan apabila Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ingin tetap berdaulat dan eksis di atas kaki sendiri.

Bertumpuk pengalaman membuktikan bahwa abainya bangsa ini terhadap kawasan perbatasan telah berdampak pada raibnya wilayah negara berikut potensi sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Sipadan dan Ligitan yang telah lenyap dari peta NKRI menjadi satu contoh nyata.

Setali tiga uang dengan Sipadan-Ligitan, ternyata masih ada banyak pulau lain di wilayah terluar atau yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga yang terancam hilang dari peta NKRI.
Facebook Like


EcoBALL
Login
Nama Login

Password



Anda bukan anggota?
Klik Di sini untuk mendaftar.

Anda lupa password?
/>Request a new one Klik di sini.
Angket Anggota
Ibu Kota Propinsi Kaltara sebaiknya ada dimana?

Tanjung Selor
Tanjung Selor
0% [0 Pemilih]

Tarakan
Tarakan
0% [0 Pemilih]

Nunukan
Nunukan
0% [0 Pemilih]

Malinau
Malinau
0% [0 Pemilih]

Tidung Pale
Tidung Pale
0% [0 Pemilih]

Tidak Tahu
Tidak Tahu
0% [0 Pemilih]

Pemilih: 0
Anda harus login untuk memilih.
Dimulai: 10/01/2012
Shoutbox
Name:

Message:

Validation Code:


Enter Validation Code:



Embornunrerm
25 April 2012 21:59
Uninhibited Trial accounts at Elegent Edge. Unconstrained Trial accounts at Elegent Angle. Free Effort accounts at Elegent Edge.

Mande
23 April 2012 14:14
Your post has moved the debate fowrard. Thanks for sharing!

Ramin
23 April 2012 13:23
dimitra 12/02/2009 oso gia tin alisida na eisai tirexos pou pire mono ayti an ithele kai ti papia tha tin eperne ekeini tin wra na eisai sigouros .toulaxiston edw athina den afinoun tetoies

Obada
23 April 2012 13:02
说道:Hello, I believe your ebtsiwe may very well be acquiring browser compatibility troubles. When I seem at your web site in Safari, it seems to be good but when opening in World wide web Explore

Ames
23 April 2012 12:55
说道:An impressive share! I have just dafworred this onto a friend who has been doing a little homework on this. And he in fact bought me breakfast due to the fact that I stumbled upon it for him

Dapatkan $ Gratis
SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Support
Support Us!
Donate To Us!
Enter an amount to donate:
¤

Why Donate?
80,495 kali dikunjungi kaltara.net@copyright 2008 - 2012 Theme DAYAK by Daffa